Tabel Tashrif

wazan tashrif istilahi (excel) فاعل & اِفْتعل

wazan 6 bab dalam 6 sheet (excel)

wazan 6 bab mujarrod tsulatsi (excel)

Tabel 8 mufrodat bab 1 (excel)

Tabel 8 mufrodat bab 1 (PDF)

Tashrif Lughowi doc /word

Tashrif Lughowi PDF

tabel kosong tashrif PDF

tabel tashrif Fail 3 .doc / word

tabel tashrif Fail 3 PDF

tabel tashrif kosong .doc / word

Tabel Tashrif berubah kata dengan excel : Wazan

Update tabel Tashrif bab 1 Tabel Tashrif bab 1

Tabel Tashrif bab 2

Tabel Tashrif bisa ganti bab atau harokat

Isim Dhomir

Isim Dhomir

hasil :

bagaimanakah cara memperlakukan ari-ari bayi menurut ajaran Islam?

Pertanyaan:
Assalâmualaikum. Ustadz, bagaimanakah cara memperlakukan ari-ari bayi menurut ajaran Islam? 
Apakah memang harus dipendam, apakah dibuang begitu saja atau bagaimana?
.
Jawaban: 
Wa’alaikumusalâm. Merawat plasenta (ari-ari/tembuni) termasuk urusan dunia yang harus dikembalikan kepada ahlinya.
Menurut kedokteran, plasenta adalah organ tubuh ibu hamil yang berfungsi sebagai saluran arus makanan untuk orok, ketika ia masih berada di dalam rahim. Manakala orok lahir, organ ini tidak diperlukan lagi dan biasanya keluar bersama bayi yang lahir. Hal ini dikarenakan fungsi yang harus dijalankan telah selesai dan tidak diperlukan lagi di dalam tubuh ibu.
.
Oleh karena itu, hendaknya kita memperlakukannya sebagaimana memperlakukan organ tubuh lain yang sudah tidak berfungsi, yaitu menguburnya di dalam tanah 
TANPA MENGGUNAKAN TATA CARA KHUSUS. 
Maksudnya agar plasenta tidak diacak-acak oleh binatang dan baunya tidak mengganggu orang lain, bila dibuang begitu saja. Jangan pula dibuang ke air, karena itu mencemarkannya.
.
Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan untuk menguburkannya adalah lemah. 
Redaksinya adalah sebagai berikut:

“Nabi ﷺ memerintahkan untuk mengubur tujuh hal dari manusia: rambut, kuku, darah, haid, gigi, kulit yang dipotong saat khitan, dan plasenta.

” (Nawâdirul Ushûl, al-Hakiem at-Tirmidzi 1/186)
.
Hadits ini dihukumi dha’if (lemah) oleh a-Baihaqi, ad-Daraquthni, dan al-Albani, 
(Lihat: Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah 7/259 no 3.263) sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum.
.
Adapun adat yang berkembang di sebagian masyarakat berupa pelarungan plasenta di laut, menggantungnya di rumah atau menguburnya beserta barang-barang tertentu ditambah pemberian lampu dengan keyakinan agar anak terjaga dari marabahaya atau agar anak pintar. Praktek dan keyakinan ini adalah khurafat, yakni meyakini dan melakukan sebab yang tidak terbukti secara syariah atau ilmiah. Keyakinan seperti ini bisa menjadi syirik kecil atau besar, tergantung keyakinan si pelaku. Apapun itu, adat seperti harus ditinggalkan.

@jalan_selamat
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XVII/1435H/2014.]

Dijawab: Ustadz Anas Burhanuddin

🌎 Sumber: almanhaj.or.id

⚠ GAMBAR TEROMPAH NABI ﷺ

⚠ GAMBAR TEROMPAH NABI ﷺ

Ustadz benarkah menduplikat gambar sandal Nabi shallallahu alaihi wassallam di pakaian atau di kopyah ada manfaatnya?

🔑 Jawab: Sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mencintai Nabi ﷺ melebihi dirinya sendiri. Akan tetapi kecintaan kepada beliau ﷺ tidak berarti mengultuskan beliau ﷺ atau mengangkat beliau ﷺ di atas kedudukannya. Hal itu telah diingatkan Nabi ﷺ:

لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم

“Janganlah kalian berlebih-lebihan terhadapku sebagaimana orang-orang Nashoro berlebih-lebihan terhadap Isa bin Maryam.” (HR. Al-Bukhori 3445)

Dan cara menyintai Nabi ﷺ haruslah sesuai sunnah (petunjuk) beliau ﷺ yaitu dengan menaati apa yang beliau perintahkan, membenarkan apa yang beliau beritakan, menjauhi apa yang beliau larang, dan beribadah kepada Allah dengan cara yang beliau syariatkan. Ini yang disebut dengan kecintaan yang syar’i.

Adapun menggambar terompah Nabi ﷺ yang diyakini dapat mendatangkan manfaat atau menolak mudhorot, maka perbuatan semacam itu sama sekali tidak bersumber dari ajaran beliau ﷺ. Meyakini adanya pihak-pihak selain Allah mampu mendatangkan manfaat dan menolak mudhorot adalah kesyirikan yang menggugurkan keislaman. Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Dan janganlah kamu menghambakan diri kepada pihak-pihak selain Allah yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan tidak pula mudhorot. Jika kamu berlaku seperti itu, jadilah kamu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudhorotan kepadamu, maka tidak ada seorangpun yang mampu menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tak ada seorangpun yang kuasa menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yunus: 106-107)

Sebab itu sayyidina Umar bin Al-Khotthob ketika mencium hajar aswad berkata:

إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ، ولولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم قبلك ما قبلتك

“Sungguh aku sadar engkau hanyalah batu yang tidak dapat mendatangkan manfaat tidak pula menolak mudhorot. Andaikata aku tidak melihat Rosulullah ﷺ mencium engkau tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Al-Bukhori 1520 dan Muslim 1720)

Inilah pokok ajaran para Nabi dan para Rosul ‘alaihimussholatu wassalam yaitu mentauhidkan Allah dengan semurni-murninya dan menggantungkan diri hanya kepada Allah semata.

Fikri Abul Hasan

[Apa Yang Perlu Dihafal Oleh Penuntut Ilmu?]

[Apa Yang Perlu Dihafal Oleh Penuntut Ilmu?]

1)Al-quran.

2)Hadith, terutamanya hadith Aqidah & hukum. Biasanya ulama’ menasihatkan untuk menghafal Hadith 40, Umdatul Ahkam, Bulughul Maram.

3)Nota-nota catatan dari kelas pengajian & talaqqi. Buat peta minda & bullet point pastu hafal selalu.

4)Matan-matan ilmiah, sepertimana yang sedia maklum seperti Matan Al-ajurrumiyah & lain-lain.

5)Syair-syair yang dihujahkan dengannya di dalam ilmu Nahu & Matan Lughah.

6)Faedah mahal yang kita catatkan hasil pembacaan kita sendiri dari kitab-kitab. Seperti faedah di dalam tafsir ayat, syarah hadith, syarah kalimah gharibah & sebagainya.

7)Tarikh Wafat Ulama’, ini penting dalam mengetahui kronologi penulisan & kronologi perkembangan pemikiran aqidah, mazhab fiqh & sebagainya.

¶Masa untuk muraja’ah pula boleh bahagi kepada tiga:

1)Masa yang khusus untuk hafalan & muraja’ah Al-quran. Yang ini no. 1 & akan mengambil ruang paling banyak. Biasanya ulama’ muraja’ah hafalan pada solat malam & solat-solat sunat.

2)Masa untuk hafalan hadith, nota, matan, sya’ir-sya’ir yang dihujah di dalam ilmu bahasa.

3)Masa untuk faedah mahal & tarikh wafat ulama’. Yang ini boleh muraja’ah secara ringan sahaja dengan sekali sekala melihat nota berisi tarikh wafat ulama’ dari masa ke semasa.

Wallahu a’lam

⚠ DUA JENIS MA’IYYATULLAH

⚠ DUA JENIS MA’IYYATULLAH

Ahlussunnah menetapkan sifat ma’iyyah bagi Allah, yaitu bahwa Allah bersama hamba-Nya. Namun para ulama menjelaskan bahwa ma’iyyatullah ada yang khusus (ma’iyyah khashah) dan ada yang umum (ma’iyyah ‘ammah). Apa perbedaannya?

Syaikh Abdul ‘Aziz Ar Rajihi menjelaskan:

Ma’iyyah ‘ammah sifatnya umum bagi mu’min dan kafir. Ma’iyyah ‘ammah adalah kebersamaan berupa keilmuan Allah yang teliti dan meliputi seluruh makhluk. Ma’iyyah ‘ammah ini dalam banyak ayat disebutkan dalam konteks mujaazah (pembalasan amalan) dan muhaasabah (perhitungan amal), sebagaimana ditunjukan dalam firman Allah Ta’ala

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِن ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Mujadilah: 7).

Dan juga firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاء وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ} [سورة الحديد: آية 4].

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada” (QS. Al Hadid: 4).

Juga firman-Nya:

وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hadid: 4).

Inilah ma’iyyah ‘ammah, dan konsekuensi dari ma’iyyah ‘ammah adalah sifat ihathah yaitu ilmu Allah meliputi semua makhluk-Nya. Ma’iyyah ‘ammah disebut dalam Al Qur’an dalam konteks mujaazah (pembalasan amalan), muhaasabah (perhitungan amal) serta takhwiif (ancaman).

Adapun ma’iyyah khashah, itu khusus bagi kaum mu’minin. Ma’iyyah khashah disebutkan dalam Al Qur’an dalam konteks al mad-hu wats tsana-u (pujian dan sanjungan). Allah Ta’alaberfirman mengenai ini:

اصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar” (QS. Al Anfal: 46)

لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

“janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At Taubah: 40)

إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى

“sesungguhnya Aku bersama kalian (Musa dan Harun), Aku mendengar dan melihat kalian” (QS. Thaha: 46)

Ini semua khusus bagi kaum mu’minin dan disebutkan dalam konteks pujian dan sanjungan bagi mereka.

Ma’iyyah ‘ammah sifatnya umum bagi mu’min dan kafir, tetapi ketika Allah berfirman kepada Musa dan Harun (yang artinya) “sesungguhnya Aku bersama kalian Aku mendengar dan melihat kalian” ini ma’iyyah khashah. Adapun ketika Fir’aun termasuk dalam konteks pembicaraan, yang disebutkan adalah ma’iyyah ‘ammah

إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ

“sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan)” (QS. Asy Syu’ara)

Dalam surat Asy Syu’ara ini ketika dalam konteks pembicaraan termasuk di dalamnya Fir’aun, Musa dan Harun, maka ini ma’iyyah ‘ammah “sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan)“. Tapi ketika hanya Musa dan Harun, “sesungguhnya Aku bersama kalian (Musa dan Harun), Aku mendengar dan melihat kalian“, disebutkan ma’iyyah khashah.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/14575

Artikel Muslimah.Or.Id

Penerjemah: Yulian Purnama


Semoga Bermanfaat, Baarakallahufiykum

Fawaid Tabligh Akbar

TABLIGH AKBAR BERSAMA ULAMA TIMUR TENGAH

🎙BERSAMA :
Fadhilatusy Syaikh, Nu’man bin Abdul Karim Al Watr
Mudir Ma’had Darul Hadits Ba’dan, Yaman

📝 Diterjemahken Oleh :
Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Al Ustadz Jauhari, Lc.

RABU, 7 Dzulqa’dah 1440 H
(10 Juli 2019)
Ba’da Ashar – 19.30

MASJID AL UMAR,
(Yayasan Al Madinah)
Windan Baru Gumpang, Kartasura.

┏🍃🌺━━━━━━━━━━━━━━┓
MENJADI TETANGGA
RASULULLAH
DI SURGA FIRDAUS
┗━━━━━━━━━━━━━━🌺🍃┛

🌷 Memperbanyak Shalat Sunnah

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

” كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي : سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ “. رواه مسلم في ” صحيحه“(489).

Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau.

Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku:
“Mintalah sesuatu!”

Maka sayapun menjawab:
“Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga.”

Beliau menjawab:
“Ada lagi selain itu?”

Itu saja cukup ya Rasulullah.” jawabku.

Maka Rasulullah bersabda:
“Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (dalam shalat).”
(HR. Muslim, no. 489).

🌷 Berakhlak Mulia

Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat majelisnya denganku di antara kalian, pada hari kiamat kelak (di surga) adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Al-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani).

🌷 Berdoa

Doa yang dipanjatkan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartaddu,
wa na’iiman laa yanfadu,
wa muraafaqata Muhammadin fii a’laa jannatil khuldi.

“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan,
kenikmatan yang tiada putus,
dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad shallallahu’alaihi wasallam di derajat tertinggi dari surga yang kekal.”
(HR. Ahmad dengan sanad shahih. Syaikh Al-Albani menyatakan isnadnya hasan).

🌷 Taat kepada Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. Al-Nisa’: 69).

🌷 Mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Disebutkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata:

Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang hari kiamat. Dia berkata:
“Kapankah hari kiamat tiba?”

Beliau menjawab:
“Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Dia menjawab:
“Tidak ada, melainkan saya mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Maka Rasulullah bersabda:
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Anas bin Malik berkata:
“Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (di akhirat kelak).”

Kemudian Anas berkata:
“Sungguh saya mencintai Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya bisa bersama mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintaku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mareka.”
(HR. Bukhari).

(Tambahan:)
🌷 Memperbanyak Membaca Shalawat

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً

“Manusia yang paling utama (dekat) denganku, pada hari kiamat kelak adalah yang paling banyak bershalawat atasku.”
(HR. Al-Tirmidzi, dan disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad)

🌷 Merawat, Menyantuni & Membantu Anak Yatim

Dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

“Saya dan orang yang merawat anak yatim di surga kelak seperti ini.”
Seraya beliau mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya.
(HR. Al Bukhori dan Muslim).

(Tambahan:)
🌷 Mendidik Anak-anak Wanita Agar Menjadi Mukminah Shalihah

Imam Bukhari meriwayatkan dalam al-Adab al-Mufrad, dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تدركَا، دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ

“Barangsiapa yang memelihara (mendidik) dua wanita sampai mereka dewasa, maka aku akan masuk surga bersamanya di surga kelak seperti ini.”
Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
(Imam Muslim juga meriwayatkan serupa dalam Shahihnya)

Dalam Mushannaf Ibnu abi Syaibah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa yang mempunyai dua orang saudari atau dua orang putri lalu ia berbuat baik kepada keduanya selama mereka bersama dirinya maka saya dan dia di surga seperti ini.”
Beliau mendekatkan kedua jarinya.

🌷 Sekian…
Semoga bermanfaat.

 ----------o0o-----------

🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃

⚠ NASEHAT BAGI PARA ORANG TUA TERKAIT TARBIYAH ANAK-ANAK MEREKA

⚠ NASEHAT BAGI PARA ORANG TUA TERKAIT TARBIYAH ANAK-ANAK MEREKA

✏ Nasihat teruntuk para wali tentang tarbiyah yang baik bagi anak-anak mereka dan mendidik mereka di masa pertumbuhan.

👤Asy-Syaikh Sholeh al-Fauzan ditanya dengan pertanyaan berikut:

“Kami memohon nasihat ringkas dari Yang mulia bagi para wali tentang bagusnya tarbiyah putra-putra mereka dan mendidik anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dengan pendidikan yang baik. Terlebih pada masa sekarang yang muncul padanya media-media sosial. Dan sungguh telah banyak pemuda dan manusia secara umum yang bergantung dengan media-media itu.

🔑 Beliau menjawab,

“Tidak diragukan lagi bahwa para wali anak didik yang masih kecil memiliki beban untuk menjaga mereka dari perkara-perkara yang akan merusak agama dan kepribadian mereka. Sehingga wajib bagi para wali untuk menarbiyah mereka dengan tarbiyah yang baik dan lurus:

Menyuruh mereka menjalankan sholat karena Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda,

«مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ لِسَبْعٍ، واضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي المَضَاجِعِ» .

“Suruhlah anak-anak kalian untuk menjalankan sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena tidak sholat ketika telah berusia sepuluh tahun. Dan pisahlah mereka ketika tidur.”

Sehingga para wali mendidik mereka semenjak usia mumayiz agar menjaga beribadah, melakukan thaharah, berakhlak yang baik, agar tumbuh di atasnya (perkara-perkara yang diperintahkan,-pen)

Janganlah membiarkan mereka begitu saja sehingga mereka akan terdidik di atas perkara-perkara yang tidak dibolehkan berupa akhlak (perangai) yang buruk.

Jangan pula menyia-nyiakannya bersama sembarang anak.

Yang terpenting dari itu semua adalah tidak memberikan peluang kepada mereka untuk membuka situs-situs rendahan dan merusak. Atau malah menyediakannya untuk mereka di rumah-rumah.

Atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka hp yang sekarang menjadi sarana penarik bagi orang-orang jahat. Kecuali orang-orang dirahmati Allah.

Dibolehkan bagi siapa saja untuk menggunakan hp sebagai sarana berbicara (jarak jauh). Bahkan sangat membantu.

Adapun bagi yang mengadakan hp untuk mendapatkan pemandangan yang buruk dan pemikiran serta pemikiran yang jahat dan seruan-seruan yang menyesatkan, maka, yang seperti ini bahayanya sangat besar. Hendaklah anak-anak dijauhkan darinya dan hendaklah dijaga dengan serius.”

🌍 Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15889.

📋 EMPAT GOLONGAN YANG TERUSIR DARI TELAGA RASULULLAH ﷺ

📋 EMPAT GOLONGAN YANG TERUSIR DARI TELAGA RASULULLAH ﷺ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا ، لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ ، فَأَقُولُ : إِنَّهُمْ مِنِّي ، فَيُقَالُ : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، فَأَقُولُ : سُحْقًا ، سُحْقًا ، لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي

“Sesungguhnya aku menunggu kalian di telaga, barangsiapa yang menemuiku akan meminum air telaga tersebut, dan siapa yang meminumnya tidak akan pernah haus selamanya. Ada beberapa kaum yang mendatangiku, aku mengetahui mereka, dan mereka mengetahuiku, kemudian mereka dihalangi untuk sampai kepadaku, maka aku berkata: Mereka adalah termasuk golonganku. Maka dikatakan: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Maka aku berkata: Celaka, celaka bagi siapa yang merubah setelahku.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu’anhu]

Al-Imam Al-Qurthubi menyimpulkan dari banyak hadits dan penafsiran tentang orang-orang yang akan terusir dari telaga Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam menjadi empat golongan:

  1. Orang-orang yang murtad, keluar dari Islam.
  2. Ahli bid’ah, mereka yang menambah-nambah dalam agama tanpa petunjuk dari Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam, yang paling parah ada 3 kelompok: Khawarij, Syi’ah dan Mu’tazilah.
  3. Orang-orang yang suka berbuat zalim, terutama yang memiliki kekuasaan dan orang-orang yang membantu mereka berbuat zalim.
  4. Orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan.

[Lihat At-Tadzkiroh, 1/373]

Simak Penjelasannya: https://youtu.be/jpOn0Bl1dfM

SARAPAN HATI

📚 SARAPAN HATI
~~

🌷 Ada beberapa amalan yang insyaallah menghantarkan kita untuk bisa menjadi tetangga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di Jannah (surga).
Di antaranya adalah dengan berdoa.

🌷 Doa yang dipanjatkan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartaddu,
wa na’iiman laa yanfadu,
wa muraafaqata Muhammadin fii a’laa jannatil khuldi.

“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan,
kenikmatan yang tiada putus,
dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad shallallahu’alaihi wasallam di derajat tertinggi dari surga yang kekal.”
(HR. Ahmad dengan sanad shahih. Syaikh Al-Albani menyatakan isnadnya hasan).

🌷 Aamiin…
Yaa Rabbal ‘aalamiin…

    ----------o0o-----------
🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃

Host ‘xxx.xx.xxx.xxx’ is not allowed to connect to this MySQL server

  1. check using netstat -tuple
    tcp 0 localhost:mysql

sudo nano /etc/mysql/mysql.conf.d/mysqld.cnf

change

bind-address = 0.0.0.0

check using netstat -tuple

tcp 0 0 *:mysql

GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO ‘YourUserName‘@’your IP‘ IDENTIFIED BY ‘yourPassoword‘;

flush PRIVILEGES ;

https://serverfault.com/questions/586651/mysql-refuses-to-accept-remote-connections

https://stackoverflow.com/questions/19288606/error-host-xxx-is-not-allowed-to-connect-to-this-mysql-server/19288663#19288663